Kamu adalah suara yang
menggema
Menghadirkan detak
jantung tak terjemahkan
Kamu adalah hembus yang
menjadi nyawa
Harmoni yang mengalun
tak terbahasakan
Jika kamu mau menengok
sebentar ke arah kita,
Ada jarak dan cinta
yang dibekap
Jika kamu mau menoleh
sedikit,
Ada kidung rindu yang
terselip dan terhimpit
Cemburuku dikurung
dalam jeruji – jeruji besi yang kita sebut perpisahan
Hanya bisa menatap
punggungmu yang berlalu dari kejauhan
Setiap hari,
Dan aku masih memintal
kerinduan demi kerinduan
Masih tangguh menyulam cinta demi
cinta
Dalam sekaratku, andai
saja aku dan kamu bisa..
sekali lagi menjadi 'kita'...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar