Lumpuh..semuanya lumpuh ketika aku di dekatmu
Otakku lumpuh, tak bisa lagi berpikir kalimat apa yang tadinya akan terucap
Lumpuh..hatiku lumpuh..
Bahkan aku sudah tidak bisa merasakan bahwa sebelumnya aku ingin menyerah
Hati ini lagi-lagi berpaling dari janjinya
Lumpuh, saraf mataku lumpuh..
Tak bisa lagi melihat bahwa kamu tak pernah menatap ke arahku
Jiwaku lumpuh..
Entah kenapa ia bahkan tak bisa merangkak menjauh darimu, agar tak ada lagi kamu
Saat didekatmu semua mati
Organ - organku tak lagi berfungsi
Tuhan telah menciptakan empat lobus hati, tapi semuanya sesak penuh kamu
Lalu aku bisa apa lagi?
Didekatmu aku melupakan kesedihanku,
Aku tak ingat betapa lelahnya perasaan ini berjuang untukmu
Entah..tak bisa lagi kuhitung dengan jari berapa kali aku memutuskan berhenti
Namun saat menatap teduh matamu,
ada perasaan aneh yang ikut terbawa angin berdesir ke dalam hatiku
Aku tak tahu mengapa saat ada kamu,
aku lupa ada kosa kota menyerah dalam kamusku
Otakku berkata, “ kamu menyerahlah. Dihatinya tak ada kamu.
Bukan kamu yang diinginkannya, bukan kamu yang selalu ditatapnya,
bukan kamu yang selalu dirindukannya.
jadi menyerahlah!
Pada akhirnya kamu yang akan sakit”
Tapi entah kenapa otakku tak pernah padu dengan hatiku
Hatiku ini selalu ingin bersandar didekatmu
Menikmati bagaimana kamu berbicara, bagaimana kamu memandang
Aku akan melihat kamu bahagia dan tersenyum meski bukan denganku
Aku hanya bisa diam dan menanti ,
saat - saat semuanya sungguh lumpuh dan mati
Karena kenyataan mengatakan dengan tegas kepadaku
Kamu tidak mencintaiku, kamu tidak disana untukku
Tapi sebelum itu terjadi izinkan aku mengatakan ini…
Ternyata perpisahan tak membuat seseorang akan benar-benar melupakan
Terkadang perpisahan yang memunculkan cinta tak terelakkan
Dengan segenap hati kini aku nyatakan sekali lagi, aku masih mencintaimu..aku tak bisa lagi bila dengannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar