Minggu, 13 Januari 2013

Senyumnya


Tersenyumlah, masa lalu
Biarkan saja duri – duri mawar itu yang menusuk kalbuku
Mawar merah yang luntur terkikis waktu
Berubah menjadi hitam pekat, dalam kenangan yang masih tersemat

Kamu tersenyum tersipu
Dengan binar mata yang sulit kujelaskan
Kali ini aku membenci senyummu
Senyum yang tak disebabkan olehku, bukan karna hadirku

Masa lalu, bisakah kau genggam jemari sekali lagi?
Kerinduan menderu di sela – sela isakku
Menatap jauh ke sebuah sudut
Sudut yang ada kamu dan kenangan
Menatap tinggi ke sebuah titik
Titik yang hanya ada kamu bersama bayangan

Lihat, bayangan itu bukan aku ! Sial !
Kemudian tangisku retak dalam harapan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar