Tersenyumlah,
masa lalu
Biarkan
saja duri – duri mawar itu yang menusuk kalbuku
Mawar
merah yang luntur terkikis waktu
Berubah
menjadi hitam pekat, dalam kenangan yang masih tersemat
Kamu
tersenyum tersipu
Dengan
binar mata yang sulit kujelaskan
Kali
ini aku membenci senyummu
Senyum
yang tak disebabkan olehku, bukan karna hadirku
Masa
lalu, bisakah kau genggam jemari sekali lagi?
Kerinduan
menderu di sela – sela isakku
Menatap
jauh ke sebuah sudut
Sudut
yang ada kamu dan kenangan
Menatap
tinggi ke sebuah titik
Titik
yang hanya ada kamu bersama bayangan
Lihat,
bayangan itu bukan aku ! Sial !
Kemudian
tangisku retak dalam harapan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar